Yusril: PBB Fokus Pileg, Tak Dukung Jokowi atau Prabowo

Loading...


Gema Rakyat - Teka-teki siapa yang maju di Pilpres 2019 sudah terjawab. Dua kandidat yakni Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi akan bertarung merebut kursi Istana untuk periode 2019-2024.

Hampir seluruh parpol juga telah menyatakan dukungannya, 9 parpol mendukung paslon Jokowi-Ma'ruf dan 5 parpol mendukung Prabowo-Sandi. Namun ada satu parpol yang menyatakan tidak akan mendukung salah satu calon, yakni Partai Bulan Bintang (PBB).

"PBB tidak mencalonkan atau mengusung pasangan manapun dalam Pilpres 2019," ujar Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra seperti dikutip kumparan dalam akun instagramnya @yusrilihzamhd.

Yusril mengatakan, keputusan untuk tidak mendukung salah satu calon itu dikarenakan para paslon menggunakan hitung-hitungan kursi DPR yang didapat dalam Pileg 2014, bukan suara sah secara nasional.
PBB FOKUS PILEG PEMILU LEGISLATIF . . JAKARTA – Pemilihan Presiden 2019 akhirnya menghasilkan dua kandidat yang akan bertarung yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon tersebut resmi mendaftarkan diri hari ini di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol No.29 Menteng, Jakarta, Jum’at (10/8/2018). Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki jawaban sendiri terkait dukungannya terhadap dua calon Presiden-Wakil Presiden tersebut. Menurut Yusril PBB tidak punya kursi di DPR, hanya punya suara sah secara nasional. “Pencalonan dua pasangan calon sebagaimana telah kita ketahui, dua-duanya menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional. Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan calon. Karena itu PBB tidak “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan manapun dalam pilpres 2019,” ungkap Yusril melalui pesan Whatsapp, Jum’at (10/8). Pria asal Bangka-Belitung ini meminta seluruh kadernya untuk fokus ke Pileg agar PBB memperoleh suara di atas 4 persen dan kembali eksis di DPR. Baik Jokowi maupun Prabowo menurutnya tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung mereka. “Kalau mereka sendiri tidak pernah mengajak kita untuk mendukung mereka, untuk apa kita capek-capek mendukung salah satu dari mereka. Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang. Untuk Pemilu 2019 pun, menurut hitungan lembaga-lembaga survey PBB diduga tak akan lolos PT 4 persen,” jelas pakar Hukum Tata Negara ini. “Kedua pasangan Capres/Cawapres tidak memperhitungkan kita. Kalau orang lain menganggap kita tidak penting, janganlah kita Ge’er merasa diri kita penting. Kita tidak perlu menjadi seperti orang menderita sakit jiwa merasa diri kita penting dan besar (megalomania), padahal kenyataannya kita tidak seperti itu,” imbuhnya. Untuk mengatasi semua ini, Yusril tidak punya pilihan kecuali kerja keras dan fokus menghadapi Pileg agar bisa eksis dan kembali diperhitungkan orang lain. “Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini. Demikian pendapat saya,” tutup Yusril.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Yusril Ihza Mahendra (@yusrilihzamhd) pada
Hal itu membuat PBB tidak bisa mengusung salah satu kandidat, karena tak memiliki kursi di DPR. Diketahui pada saat Pileg 2014, PBB hanya mendapat suara 1,46 persen, sedangkan ambang batas parlemen saat itu 3,5 persen.

"Pencalonan dua pasangan calon sebagaimana telah kita ketahui, dua-duanya menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional. Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat mencalonkan atau mengusung pasangan calon," ungkapnya.

Yusril mengatakan, keputusan tidak mendukung salah satu paslon tersebut juga dikarenakan Jokowi maupun Prabowo tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung keduanya. Ia memahami, tidak ada ajakan mendukung itu disebabkan PBB tidak memiliki kursi di DPR.

“Kalau mereka sendiri tidak pernah mengajak kita untuk mendukung mereka, untuk apa kita capek-capek mendukung salah satu dari mereka. Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang," jelasnya.

“Kedua pasangan capres/cawapres tidak memperhitungkan kita. Kalau orang lain menganggap kita tidak penting, janganlah kita ge’er merasa diri kita penting. Kita tidak perlu menjadi seperti orang menderita sakit jiwa merasa diri kita penting dan besar (megalomania), padahal kenyataannya kita tidak seperti itu,” lanjut Yusril.

Untuk itu, Yusril meminta para kader untuk fokus dalam Pileg 2019 agar PBB bisa melewati ambang batas parlemen 4 persen. Yusril ingin para kader bekerja keras agar bisa eksis di DPR dan kembali diperhitungkan.

“Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini. Demikian pendapat saya,” tutup Yusril. 




Loading...
Back To Top