Loading...
Loading...

Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Dalam Deklarasi Kampanye Damai

Loading...
Gema Rakyat - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan dugaan pelanggaran saat Deklarasi Kampanye Damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9).

“Indikasi pelanggaran masih kami telusuri, apakah ada atau tidak. Karena teman-teman Bawaslu DKI sedang melakukan proses invetigasinya selama tujuh hari ini apakah ada temuan pelanggaran,” kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja, Senin (24/9).

Menurutnya, Bawaslu menemukan adanya dugaan pelanggaran berupa kelebihan atribut yang dibawa masuk oleh salah satu pasangan calon.

“Memang ada kesepakatan itu, bahwa tidak boleh membawa atribut karena atribut disediakan oleh KPU. Nah, tiba-tiba ada yang membawa atribut di luar kesepakatan itu. Yang kami sayangkan seperti itu,” ungkap Bagja.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdalih tidak bisa mengontrol semua massa pendukung.

“Jadi begini, sebetulnya yang sudah kita atur semua delegasi yang ada di dalam jalur karnaval. Memang kalau yang di luar ini tidak bisa ngatur,” ujar Ketua KPU Arief Budiman, Minggu (23/9).

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengaku kecewa karena ada peserta membawa atribut parpol untuk kampanye. Apalagi Demokrat hanya membawa atribut yang disediakan oleh KPU. SBY pun meninggalkan lokasi acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 dan menitipkan pesan kepada Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

“Pak Hinca, ini bukan dari KPU kan? Kita yang tertib karena yang lain melanggar semua. Jadi saya sudah tahu Bapak (Hinca) yang mimpin, nanti kalau ditanya, Pak SBY sengaja meninggalkan tempat karena Demokrat tertib sesuai dengan aturan, tapi yang lain sudah berkampanye, sudah gitu saja,” kata SBY kepada Hinca, Minggu (23/9).[politiktoday]

Back To Top