Loading...
Loading...

Penggubah Video Pengeroyokan Haringga Harus Diproses Hukum

Loading...


Gema Rakyat - Penggubah video pengeroyokan anggota Jakmania Haringga Sirilla dengan memasukan teriakan kalimat tauhid harus diusut tuntas.

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anton Tabah Digdoyo bahkan meminta agar polisi segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

“Jika saksi saksi dan alat bukti sudah kuat, maka penggubah bisa dianggap sebagai pelaku kejahatan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (26/9).

Dia menjelaskan bahwa kasus ini bukan kasus penyebaran informasi bohong biasa, hoax. Kasus ini, sambungnya, merupakan hoax yang menista agama.

“Dia menyalahgunakan kalimat tauhid yang sangat dimuliakan umat Islam di dunia dan di akhirat,” tegasnya.

“Karena itu Polri wajib bertindak cepat penjarakan pelakunya,” pungkas mantan jenderal Polri.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunojoyo telah memastikan bahwa tidak ada teriakan kalimat tauhid saat pengeroyokan Haringga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Minggu (23/9).

“Saya pastikan tidak ada tauhid (dalam video itu),” tegasnya.

Namun demikian sejumlah warganet ada yang menelan mentah-mentah kabar yang disampaikan dari video editan tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah aktivis media sosial, Denny Siregar. Secara emosional, Denny mempertanyakan alasan oknum pendukung Persib itu menghabisi seorang yang berbeda dukungan dengan menggunakan lafadz tauhid.

"Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir ‘Tiada Tuhan Selain Allah’. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?" tulis Denny, Senin (24/9) lalu.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief bahkan bereaksi atas kicauan Denny tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Denny merupakan fitnah yang kejam dari pembunuhan.

“Apa yang dilakukan Denny Siregar itu persis dengan apa yang disebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” ujar Andi dalam akun Twitter-nya sesaat lalu. 

[rmol]



Back To Top