Loading...
Loading...

Petani Solok Frustrasi Sudah Seminggu Harga Bawang Merah Masih Anjlok

Loading...


Gema Rakyat - Para petani bawang merah di Desa Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kian frustrasi karena harga bawang merah tak kunjung naik sejak seminggu terakhir. Hari ini, mereka jual bawang merah dengan harga Rp 7.000-8.000 per kg.

Harga tersebut sangat rendah dan tak mampu menutupi biaya pokok produksi (BPP) alias ongkos tanam. Hitungan ideal, harga bawang merah harusnya di kisaran Rp 15.000 per kg.

"Harga masih hancur, semoga badai cepat berlalu," ungkap salah satu petani bernama Edward Jamil dengan nada kecewa kepada kumparan, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan Kabupaten Solok memiliki areal tanam bawang merah yang cukup besar totalnya mencapai 7.000 hektare. Dengan asumsi panen bawang sekitar 5 ton per hektarenya, maka di bulan ini Kabupaten Solok sukses memproduksi 35.000 ton.

"Masyarakat di sini berduyung-duyung tanam bawang merah," imbuhnya.

Keresahan yang dialami para petani bawang merah di Kabupaten Solok pun dijawab oleh pemerintah. Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan segera mengambil tindakan, salah satunya adalah dengan mengekspor bawang merah terssebut.

"Nanti kami minta kalau bisa kita ekspor, ini kesempatan emas untuk ekspor," katanya saat dihubungi terpisah.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sudah menginisiasi agar Perum Bulog segera membeli bawang merah petani. Soal harga sudah ditetapkan batas atas dan bawahnya.

"Kemudian mengeluarkan surat penugasan kepada Bulog sesuai dengan harga batas atas dan bawah," ucapnya.




Back To Top