Loading...
Loading...

Fahri Respons Jokowi: Gak Mungkin Peserta IMF Disuruh Beli Nasi Uduk di Luar Hotel

Loading...


Gema Rakyat - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah merasa heran dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut peserta Annual Meeting atau Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali membiayai sendiri hotel dan makan mereka.

Menurutnya, anggaran yang disiapkan pemerintah sebagai tuan rumah sebesar Rp855,6 miliar, dipastikan sudah mencakup hotel dan makan. Hal itu disebut merupakan standar penyelenggaraan kegiatan, apalagi dengan skala internasional.

"Enggak mungkin orang habis rapat disuruh beli nasi uduk di luar hotel. Kan itu enggak mungkin. Sekaligus dong makan di situ," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/10).

Dengan pernyataan itu, Jokowi dianggap kurang mendapat briefing atau arahan dari orang-orang terdekatnya. Sebagai presiden, Jokowi dinilai tidak boleh sampai salah berbicara di hadapan publik.

"Presiden tidak boleh salah ngomong. Nanti dituduh bohong sama orang," ujar politikus PKS ini.

Fahri kemudian memberi contoh lain perihal Jokowi tidak mendapat informasi dari orang-orang di sekitarnya ketika melantik Archandra Tahar sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral. Ternyata Archandra diketahui telah berganti kewarganegaraan.

"Itu kan fatal kesalahannya. Cuma karena presiden yang salah kita enggak berani. Ya kan. Begitu rakyat biasa yang salah langsung jadi tersangka. Ya enggak boleh begitu dong. Harus adil," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, menjadi bukti lingkaran terdekat Jokowi tidak dapat memberikan informasi dan masukan yang baik. Menurutnya Jokowi perlu mengevaluasi lingkaran terdekatnya jika nanti terpilih kembali di 2019.

"Kalau Pak Jokowi terpilih lagi, tim ini jangan dipakai. Buang semua tim ini. Ini tim yang enggak bermanfaat. Enggak bikin presiden tampak canggih. Ya kalau menang ya? Kalau enggak menang mau gimana," kata Fahri seraya tertawa.

Sebelumnya, Jokowi angkat suara soal kritikan sejumlah kalangan mengenai anggaran penyelenggaraan Annual Meeting atau Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, 8-14 Oktober 2018 yang disebut cukup besar.

Jokowi menjelaskan bahwa dana itu akan digunakan untuk memperluas appron di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian, terowongan dan persimpangan yang ada di Bali, sehingga mengurangi kemacetan jalan.

Selain itu, para partisipan juga akan merogoh kocek sendiri untuk membiayai hotel dan makan mereka.

"Hotel bayar sendiri, makan bayar sendiri," kata Jokowi usai orasi ilmiah di Universitas Sumatra Utara di Medan, Sumut, Senin (8/10). 

[cnn]


Back To Top