Polda Bali: Ada Kelompok yang Ingin Gagalkan Pertemuan IMF-World Bank

Loading...


Gema Rakyat - Kepolisian Daerah Bali mengimbau masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban nasional, terutama menjelang pemilu tahun 2019. Dalam waktu dekat, pada 12-14 Oktober, Bali menjadi tuan rumah pertemuan IMF-World Bank.

Polda Bali mengklaim, situasi di Pulau Dewata relatif kondusif. Tetapi memang ada kekhawatiran, terutama munculnya ajakan dan seruan untuk menggagalkan pertemuan IMF-World Bank itu.

Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Wahyudi, tak menyebutkan identitas kelompok yang ingin menggagalkan pertemuan tingkat dunia itu.

“Entah apa tujuannya. Kelompok ini tidak ingin terlaksananya pertemuan IMF-World Bank," kata Wahyudi saat bersilaturahmi dengan petinggi Partai Demokrat Bali di Denpasar pada Kamis malam, 4 Oktober 2018.

Wahyudi tak memungkiri memang ada kekhawatiran tetapi dia meyakini seruan itu tak akan mengganggu dan pertemuan IMF-World Bank tetap terselenggara dengan lancar. Polisi dan semua aparat keamanan tentu akan mengawal forum dunia itu tetapi mengimbau masyarakat juga ikut berpartisipasi. "Jangan sampai pertemuan ini dikotori dengan hal-hal yang memalukan,” ujarnya menambahkan.

Menurut Wahyudi, sebanyak 27 ribu delegasi akan hadir dalam pertemuan IMF-World Bank. Itu akan berdampak positif bagi perekonomian Bali. “Akan ada minimal 27 ribu piring nasi yang mereka makan di sini. Dan 27 ribu orang ini memberikan pajak ke kas negara. Tapi masih saja ada oknum yang tidak mendukung pertemuan IMF-World Bank ini,” katanya.

Polisi mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Apalagi soal bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, juga menjadi perhatian penyelenggara pertemuan IMF-World Bank.

“Mereka tanya, aman (atau) tidak di Bali? Bersyukur, Pak Kapolda bisa meyakinkan mereka, bahwa acara bisa dilaksanakan dan tidak turut terdampak dalam bencana Sulawesi Tengah,” katanya.

[viva]



Loading...
Back To Top