Saat Daeng Ancu Pamit ke Jusuf Kalla untuk Membela Prabowo-Sandi

Loading...


Gema Rakyat - President Batu Putih Syindicate, Syamsul Bahri Sirajuddin beda dengan Jusuf Kalla (JK) di Pilpres 2019. Syamsul Bahri yang juga mantan ketua tim Joko Widodo-JK pada Pilpres 2014 ini, memilih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Daeng Ancu sapaan akrabnya sudah pamit. Ia menemui JK. Kemudian menyampaikan keputusannya untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

"Sehari setelah pendaftaran Jokowi dan Prabowo, saya ketemu JK dan minta izin. Mengatakan bahwa saya di Prabowo," kara Daeng Ancu dalam diskusi politik Rakyatku.com dengan tema "Adu Kuat Jokowi-Ma'ruf vs Prabowo Sandi di Kampung JK", di Captain Coffee, lobi menara Bosowa, Sabtu (29/12/2018).

Ada beberapa alasan yang disampaikan Daeng Ancu ke JK saat itu. Salah satunya, karena dia sudah dekat sejak lama dengan Sandiaga. Kedekatannya itu muncul saat dia ada di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

"Sandi junior saya di Hipmi. Dan saya banyak memoles dia ketika di Hipmi. Sejak 20 tahun saya bersama Sandi, ibunya juga bagus saya dengan dia," tambah Daeng Ancu.

Mendengarkan apa yang disampaikan Daeng Ancu itu, JK merespon. JK menyilakan Daeng Ancu untuk bergerak memenangkan Prabowo-Sandi.

"Itu yang saya sampaikan ke Pak JK. Pak JK bilang; 'silakan. Tetapi jangan ajak-ajak saya'. Saya juga sempat bilang, kalau bisa saya ajak bapak juga," ujar Daeng Ancu yang juga mantan ketua tim pemenangan SBY-JK di Sulsel ini.

Namun demikian diakui Daeng Ancu, semua calon di Pilpres 2019 masing-masing punya kelebihan. Terutama untuk Jokowi yang menjadi incumbent.

"Tapi menurut saya, kita carilah suasana politik baru. Sandi bagus. Saya bilang sama Sandi, 'San, waktu kau mau jadi ketua Hipmi datang ke saya. Saya hebat dari kau. Sekarang kau lebih hebat dari saya," pungkasnya.



Loading...
Back To Top