Soal Ledakan di Malam Reuni 212, Ini Kata Panitia

Loading...


Gema Rakyat - Panitia mengonfirmasi adanya ledakan di area reuni pada malam Reuni 212. Sejumlah barang bukti telah diamankan dan kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian

Ketua panitia Reuni 212 Ustaz Bernard Abdul Jabbar membenarkan kabar terjadinya ledakan di area genset penyuplai listrik saat acara 2 Desember lalu. Namun, dia membantah bahwa ledakan itu berasal dari bom rakitan.

“Itu bukan bom, jangan dibilang bom. Itu ada HP yang meledak deket travo,” ungkapnya kepada Kiblat di Jakarta, Jumat (07/12/2018).

Saat ini kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Panitia Reuni 212 masih menunggu perkembangan dan tindak lanjut penanganan dari pihak berwajib.

Terkait kronologi kejadian ledakan tersebut, Ustaz Bernard menjelaskan tim keamanan panitia Reuni 212 telah melakukan investigasi. Hasilnya, pada malam menjelang Reuni 212 ada handphone yang ditemukan menempel di travo menggunakan lakban.

Tak diketahui siapa pemilih telepon seluler tersebut. Dia menduga pelaku sengaja meletakkan di area genset, sehingga bakal terjadi ledakan beruntun jika meledak.

“Nggak tau apakah dia sengaja lakban itu mengecas atau apa, ya kalau mengecas kenapa harus mengecas di genset, gitukan. Kan banyak listrik di tenda-tenda,” ujarnya.

Panitia kemudian melakukan antisipasi dengan mendatangkan Tim Gegana Polri. Setelah tim kepolisian turun, lokasi Reuni 212 dinyatakan clear dan aman. Bernard menyatakan pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Panitia berharap kasus itu diproses dan polisi segera mengungkap kasus tersebut. Panitia pun menyatakan siap jika dimintai keterangan dari Polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan lanjutan dari kepolisian kepada panitia terkait persoalan tersebut. “Semua barang buktinya sudah ada di polisi,” pungkasnya. 




Loading...
Back To Top