Loading...
Loading...

Syamsul Anwar, Ketua Orgnisasi di Jepara Diduga Bawa Istri Orang ke Hotel, Pengacara Ancam Pelapor..??

Loading...
Gema Rakyat - Syamsul Anwar harus berurusan dengan hukum. Pria yang disebut-sebut ketua ormas terkenal di Jepara, Jawa Tengah itu dilaporkan ke Polrestabes Semarang karena diduga membawa istri orang masuk hotel.

Menanggapi laporan itu, Syamsul Anwar melalui pengacaranya, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa tuduhan perselingkuhan itu adalah fitnah keji. Sebab hubungan Syamsul dan ES tidak lebih dari persahabatan.

Menurut Taufik, kliennya dan ES sama-sama pengusaha, sehingga tidak jarang mereka saling bertukar informasi terkait urusan bisnis yang digeluti.

Dikatakan Taufik, terkait beredarnya informasi bahwa Syamsul Anwar dan ES pergi ke Semarang, hal itu karena keduanya kebetulan punya jadwal kegiatan yang sama.

ES ke Semarang dengan tujuan urusan bisnis rias di Hotel Grand EDGE di Jalan Sultan Agung. Sedangkan SA akan menghadiri acara musyawarah organisasi pengusaha muda yang digelar di Hotel Grand Candi Semarang, Jalan Sisingamangaraja Semarang, 8 November 2018 lalu.

Seusai mengantar ES ke Hotel Grand EDGE, Syamsul Anwar langsung menuju lokasi digelarnya acara musyawarah organisasi pengusaha muda tersebut di Hotel Grand Candi Semarang.

Sebagai umat beragama yang taat, lanjut Taufik, Syamsul memperlakukan ES layaknya sebagai sahabat perempuan yang dia hormati. Latar belakang SA memiliki pengetahuan agama yang kuat, tentunya sangat tahu bagaimana sikap saling menghormati satu dengan yang lain.

“Kalau klien kami dituduh berbuat selingkuh seperti dilaporkan MAA ini jelas fitnah besar. MAA menceritakan telah membuntuti dari Jepara-Semarang hingga seolah-olah dua sahabat ini berbuat asusila, jelas ini fitnah besar. Mereka itu orang yang taat agama dan paham norma agama,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima RMOLJateng (grup Jawa Pos/pojoksatu.id), Rabu (5/12/2018).

Taufik menegaskan, cerita yang disampaikan MAA ke publik pun sangat janggal dan cenderung mengada-ada. Laporan itu tidak didasari bukti yang jelas.


“Jika mereka satu kamar mengapa tidak didobrak? Jika MAA menuduh ada hubungan asusila, mengapa tidak dilaporkan polisi saat itu juga?” tegas Taufik.

Selanjutnya, seusai Syamsul menghadiri acara di Hotel Grand Candi Semarang, ia kemudian menjemput ES yang juga telah selesai urusan bisnisnya, kemudian mereka berencana pulang ke Jepara.

Namun, tiba-tiba di parkiran hotel Hotel Grand EDGE, MAA bersama beberapa orang yang mengaku pengacaranya, mencegat dan melontarkan tudingan fitnah ke Syamsul.[pojoksatu]
Back To Top