Pakar Puji Visi Misi Prabowo-Sandi, Lha Kok Kubu Jokowi Cemburu!

Loading...



Gema Rakyat - Visi Misi pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang ingin Mewujudkan Keadilan Sosial dan Ekonomi disambut positif para pengamat politik dan ekonomi. Mewujudkan Keadilan Sosial dan Ekonomi itu merupakan salah satu fokus utama Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat memimpin Indonesia pada 2019-2024 nanti.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmanzah, menilai visi dan misi Prabowo-Sandi memiliki keunggulan lantaran dirangkum dari unek-unek rakyat yang disampaikan langsung kepada Prabowo-Sandi saat mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia.

“Kalau 01 dia petahana, kalau ini adalah challenger. Tentu sebagai challenger akses terhadap data, informasi, struktur birokrasi tidak akan selengkap petahana. Tapi seorang challenger memiliki kekuatan fleksibilitas dan itu dibuktikan oleh Mas Sandi turun ke 1.000 titik dalam waktu 120 hari. Menurut saya, itu komitmen yang luar biasa yang ditunjukkan Prabowo-Sandi,” kata Firmanzah dalam diskusi Rabu Biru ‘Menuju Ekonomi Indonesia yang Adil dan Makmur’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Tak hanya menyerap aspirasi masyarakat, visi dan misi Prabowo-Sandi juga disusun dengan melibatkan banyak pihak. Para ahli di berbagai bidang terlibat langsung menggodok dan mengayak ideologi, fakta, dan data dimasukkan dalam program unggulan paslon nomor urut 02 ini.

“Jadi nanti visi-misi rasanya sebuah sintesis dari proses yang sangat kaya, ada ideologi dimasukkan, kemudian ada aspirasi yang ditangkap, ada ide pakar, ada data Bappenas. Dan itu yang kalau saya baca buku visi-misinya, saya menjadi tertarik karena sangat kaya informasi, imajinasi, tapi tetap down to earth dan meng-address persoalan di lapangan,” kata Firmanzah.

Ada sejumlah isu yang beredar di masyarakat mendapat perhatian khusus dalam visi dan misi Prabowo-Sandi. Di antaranya tentang pengelolaan utang negara hingga sikap paslon nomor urut 02 yang ingin melakukan penajaman terhadap proyek infrastruktur dengan membangun infrastruktur pedesaan, pertanian, dan nelayan.

“Kemudian yang menarik juga ada rumusan menciptakan lapangan kerja dengan tetap mengutamakan tenaga kerja lokal. BUMN juga dijanjikan akan dikelola dari profesional dan bebas dari kepentingan politik. Saya rasa itu tentu bukan hanya keinginan paslon 02, tapi konstitusi juga mengamanatkan hal itu bahwa BUMN harus dikelola secara berintegritas, profesional, dan bebas dari kepentingan politik,” kata Firmanzah.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, seperti kebakaran jenggot saat menanggapi visi misi Prabowo-Sandi. Ace mengkritik pernyataan Rektor Universitas Paramadina Firmanzah yang menilai visi dan misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kaya informasi dan membumi. Dia menyebut visi misi itu di awang-awang.

Namun pakar komunikasi dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio Firmanzah justru mengkritik Ace.

“Menurut saya boleh dan wajar bila Prof Firmanzah mengeluarkan statement positif tentang paslon 02. Sebab hal positif justru yang saat ini diperlukan bagi bangsa,” kata Hendri dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Hendri meminta Ace Hasan santai menyikapi komentar Firmanzah. Dia menyarankan TKN Jokowi juga mengundang Firmanzah untuk menelaah visi-misi jagoan yang diusung.

“Bang Ace juga tidak perlu panas dingin dengan komentar Prof Fiz, silakan aja TKN mengundang Prof Fiz dan minta agar visi misi Jokowi-Ma’ruf ditelaah Prof Fiz, pasti akan beliau lakukan, sama seperti undangan dari BPN,” sebutnya.

“Catatan original tentang visi misi Jokowi-Ma’ruf, plus minus, positif negatif pasti beliau sampaikan ke TKN. Kepada pers pasti beliau menyampaikan yang positif sama seperti hasil telaah beliau tentang visi misi Prabowo-Sandi,” imbuh Hendri.

Ace sebelumnya mengkritik Firmanzah dengan menyebut analisis sang rektor mendadak tumpul. Menurut Ace, jika dicermati, visi misi Prabowo-Sandi mengawang, tak membumi seperti yang dikatakan Firmanzah.

Bagi Hendri, Firmanzah merupakan pendidik yang mumpuni. Dia meminta Ace tak terlalu mempermasalahkan penilaian Firmanzah.

“Jangan khawatir Bang Ace, Prof Fiz pendidik yang sangat mumpuni, beliau paham harus melakukan apa kepada civitas akademikanya. Jadi nggak perlu cemburu begitu, bila diundang Prof Fiz pasti datang bila waktunya tepat dan beliau sehat,” sebut dia.

[dt]
Loading...
Back To Top