Klaim Jembatan di Banten, Buzzer Petahana Disikat Dahnil dan Ditertawakan Inisiator Pembangunan Jembatan

Loading...

Gema Rakyat - Dukungan warga kepada Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang semakin menguat di berbagai daerah rupanya membuat banyak pendukung capres petahana memutar otak untuk menunjukkan prestasi capres Jokowi.

Namun sayang, saking bernafsunya, tak semua klaim prestasi tersebut benar adanya. Tak jarang, sanjungan dan klaim prestasi tersebut justru salah alamat.

Salah satu contohnya adalah klaim yang dilakukan mantan jurnalis olahraga sekaligus pendukung Jokowi Zulfikar Akbar. Melalui akun twitternya @zoelfick, ia mengunggah sebuah video berbagai macam jembatan. Ia pun beranggapan bahwa setelah jembatan terbangun, anak-anak di daerah tersebut akan berterima kasih pada Jokowi.

"Dulu anak² sekolah ini mesti lewati "jembatan amazon" atau jembatan gantung yg rawan oleng utk ke sekolah.#SekarangSudahBisa ke sekolah lbh nyaman dan bisa mengejar prestasi dan meraih mimpi.

Hati bening anak2 ini pastilah berucap "terima kasih Pak @jokowi" @zalinarayne," tulisnya, Ahad 3 Maret 2019 seperti dikutip Portalislam.
Cuitan ini langsung dibantah keras oleh jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ia bahkan memention akun sang inisiator beberapa jembatan yang terdapat dalam unggahan video Zulfikar.

"Rajin menebar Hoax dan kebohongan. Klaim seenaknya. Beberapa jembatan di video itu dibangun dimasa Pak SBY melalui BUMN, dan beberapa dibangun oleh relawan kampung pimpinan sahabat kami di Banten, Muhammad Arif Kirdiat." sanggah Dahnil.
Hati bening anak2 ini pastilah berucap "terima kasih Pak @jokowi" @zalinarayne
"Spy kamu tahu yg menginisiasi beberapa jembatan yg kamu klaim dlm video itu. Ini orangnya @kirdiat . Pendiri dan inisiator bnyk jembatan di pedalaman melalui sumbangan banyak pihak melalui relawan kampung. Spy kamu tdk terus menebar kebohongan dan hoax," sanggahnya.

Melalui akun facebook, sang inisiator jembatan turut memberi klarifikasi.[portalbangsa]
Loading...
Back To Top