Usai Erin Taulani, Suami Rey Utami Sebut Prabowo Alami Gangguan Kejiawaan

Loading...

Gema Rakyat -  Setelah Erin Taulany, istri presenter Andre Taulany, satu lagi pasangan pesohor turut memberikan pernyataan mengejutkan soal sosok Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Pablo Putera Benua, suami Rey Utami, kali ini menuding Prabowo cenderung mengalami gangguan kejiwaan.

Pernyataan Pablo Benua tersebut disampaikannya lewat unggahan konten video Youtube, Rey Utami & Pablo, yang dipostingnya, 19 April 2019 silam.

Dalam video berdurasi 17 menit 34 detik tersebut, Pablo menyuarakan pendapatnya tentang aksi Prabowo yang melakukan dekralasi kemenangan. Menurut dia, Prabowo seharusnya tidak usah terlalu berambisi menjadi presiden.

" Kalau memang ingin bekerja untuk bangsa, saran saya Prabowo itu harusnya jangan mengklaim kemenangan. Prabowo jangan seolah-olah kini sudah menjadi Presiden," kata Pablo Benua, dikutip Dream dari akun Youtube-nya, Senin 22 April 2019.

" Sudah lah pak Prabowo kan katanya memikirkan rakyat, kita pakai logika saja. Bagaimana bangsa Indonesia bisa maju bisa berkembang, orang fokusnya sama hal-hal seperti ini. Perseteruan antara dua kubu." imbuhnya.

Menurut Pablo, Indonesia kini sudah terpecah dengan sikap Prabowo yang terlalu berambisi menjadi presiden dengan deklarasi di depan media. Seharusnya, kata Pablo, Prabowo menunggu hasil KPU.

" Harusnya Prabowo itu ngalah. Harusnya kalau memang Prabowo seorang bangsawan, hasil keputusan dari KPU nanti jangan mengdeklarasikan menggebu-gebu dengan hal ini. Jangan terlalu ambisi untuk memimpin," kata dia.

Takut Benar Alami Masalah Kejiwaan

Pablo menambahkan, Prabowo seharusnya menunjukkan seorang negarawan dengan  menghormati hasil keputusan KPU. Pablo melihat Prabowo cenderung memiliki gangguan kejiwaan.

" Jujur yah, saya melihat prabowo agak merinding, sepertinya Prabowo agak cenderung, mungkin ada gangguan kejiwaan. Bisa jadi karena kekalahan ini mengalami depresi besar," ucap Pablo.

Ayah satu anak ini khawatir bahwa Prabowo benar-benar mengalami kejiwaan. Sebab, Pablo melihat Prabowo kearah gangguan kejiwaan.

" Apa yang dia (Prabowo) lakukan, tingkah laku setelah pasca pilpres ini kelakuannya cenderung mengarahkan ada sedikit delusi. Dia merasa dirinya sudah menang, jadi presiden, dia seolah-seolah sudah bangga orang-orang di sekitarnya manggil dia pak presiden," ujar Pablo. 
[drm]
Loading...
Back To Top